BONGKARKASUS.COM, BATAM,— Terjadinya pemadaman listrik massal (blackout) dan gangguan jaringan internet secara bersamaan di wilayah Batam dan sekitarnya pada Senin, 12 Oktober 2026, memicu pertanyaan mendalam di kalangan masyarakat. Pasalnya, menurut penjelasan teknis yang dihimpun, kedua insiden besar ini seharusnya tidak saling berkaitan.
Diketahui, seluruh menara pemancar (tower) penyedia layanan internet dan telekomunikasi di Batam dilengkapi dengan sumber daya mandiri berupa genset. Artinya, saat pasokan listrik PLN terhenti, perangkat telekomunikasi tetap dapat beroperasi. Dengan demikian, pemadaman listrik semata bukan penyebab utama lumpuhnya jaringan internet saat itu.
Para pengamat teknologi dan jaringan memaparkan beberapa kemungkinan penyebab terjadinya gangguan pada jalur utama (backbone) internet antara lain berupa, Kerusakan Fisik Kabel: Kabel serat optik terpotong akibat gempa bumi, aktivitas pengerukan tanah di darat, atau tertabrak jangkar kapal di jalur kabel bawah laut.
Selain itu, Kegagalan Perangkat Inti meliputi Kerusakan atau gangguan pada perangkat router utama, sakelar jaringan, hingga sistem penyuplai daya cadangan di pusat data.
Dan yang paling ditakutkan adanya Serangan Siber atau Upaya sabotase digital atau serangan Distributed Denial of Service (DDoS) yang secara khusus menargetkan jalur komunikasi utama.
Yang menjadi pertanyaan, mengapa dua infrastruktur vital sekaligus pada sistem kelistrikan utama dan jalur komunikasi utama mengalami gangguan secara berbarengan di waktu yang sama?
Jika tower tetap bertenaga lewat genset, maka gangguan internet bukan sekadar dampak ikutan listrik padam. Artinya, ada peristiwa terpisah yang menimpa kedua sistem tersebut secara bersamaan. Apakah ini sekadar kebetulan, atau ada faktor lain yang belum terungkap sepenuhnya?
Masyarakat dan pelaku usaha di Batam berharap pihak berwenang, baik PLN Batam maupun penyelenggara telekomunikasi dan instansi terkait, segera melakukan investigasi menyeluruh dan mempublikasikan hasilnya secara transparan. Informasi yang jelas sangat dibutuhkan agar masyarakat dapat memahami apa yang sebenarnya terjadi dan langkah apa yang diambil untuk mencegah terulangnya kembali peristiwa serupa di masa mendatang.
Hingga berita ini di upload, awak media masih menelusuri informasi lebih lanjut dari pihak-pihak terkait atas terjadinya blackout dan backbone jaringan di Kepulauan Riau khususnya kota Batam. (*)

Tinggalkan Balasan