BONGKARKASUS.COM, BATAM,- Dengan beredarnya video yang menampilkan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra dimana Video Tiktok berdurasi 1 menit 29 detik yang dirilis akun Gugus Tugas Batam Maju tersebut muncul untuk meluruskan narasi miring bertajuk Blacklist Politik Bupati/Walikota yang sebelumnya viral dan menyebut istilah arogan dan berbahaya.
Alih-alih menanggapi dengan pernyataan kontroversial, video tersebut memaparkan sejumlah data capaian pembangunan Kota Batam. Poin pertama yang disoroti adalah pertumbuhan ekonomi. Dalam grafis video disebutkan, ekonomi Batam tumbuh 7,28% pada Triwulan II 2025. Angka tersebut diklaim berada di atas pertumbuhan Provinsi Kepulauan Riau sebesar 6,99% dan nasional 5,29%.
Poin kedua adalah realisasi investasi. Video menampilkan data realisasi investasi Batam mencapai Rp69,3 Triliun, yang disebut telah melewati target Rp60 Triliun pada Triwulan I 2026. Kenaikan investasi diklaim mencapai 102,85%. Video juga menampilkan momen pertemuan Li Claudia Chandra bersama jajaran BP Batam dan investor.
Capaian lain yang disoroti adalah klaim pelabuhan Batam masuk 10 besar pertumbuhan konektivitas pelabuhan dunia versi UNCTAD PBB dengan berada di peringkat 6 dunia. Tercatat 106 kali koneksi, 58.237 TEUs trafik kontainer, dan terhubung dengan 7 negara di Asia seperti India, Malaysia, Singapura, dan Tiongkok. Klaim tersebut disertai cuplikan kunjungan Li Claudia Chandra ke area pelabuhan peti kemas bersama pekerja.
Dua indikator sosial juga ditampilkan. Angka kemiskinan Batam disebut turun dari 4,85% pada tahun 2024 menjadi 3,81%. Sementara angka pengangguran terbuka turun dari 8,14% pada 2023 menjadi 7,57% pada 2025. Video menampilkan kedekatan Li Claudia Chandra saat berinteraksi langsung dengan warga, memeluk anak-anak, dan berdialog dengan petugas kebersihan jalan.
Pada bagian akhir, video menampilkan tangkapan layar pemberitaan http://JPNN.com edisi 01 September 2024 berjudul Bukan Menolak, BP Batam Hanya Memilih Tidak Bergantung pada APBN. Narasi dalam video menyebutkan BP Batam membiayai belanjanya dari PNBP, bukan APBN. Video ditutup dengan pesan ramah ke masyarakat, penyayang ke anak-anak, hangat dengan warga Batam, dan aktif mendengar suara yang terpinggirkan serta logo Gugus Tugas Batam Maju.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya mengonfirmasi keabsahan data tersebut kepada Badan Pusat Statistik Kota Batam dan BP Batam. (Siska)

Tinggalkan Balasan