
BONGKARKASUS.COM, Batam,- Sebuah gudang tanpa plang legalitas (tanpa plang perusahaan) yang berlokasi di pojok Pelita Kecamatan Lubuk Baja Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau terlihat sepi di siang hari dengan beberapa unit lori box pengengkut barang terparkir. Awak media mencoba menyambangi gudang itu, namun belum sampai di depan gudang sudah langsung di hadang dan disuruh balik oleh orang yang berjaga.
Hal ini membuat awak media bersama tim merasa curiga sehingga mencoba mencari tau pemilik gudang ke beberapa narasumber, salah satu narasumber menduga kuat pemilik gudang berinisial TS yang merupakan salah satu pengusaha di Provinsi Riau (Pekanbaru).
Dalam penelusuran awak media bersama tim di hari yang berbeda, menjelang malam lori-lori box itu keluar dari gudang tanpa plang nama tersebut, awak media beserta tim mencoba mengikuti pergerakan lori box tersebut hingga mengarah ke pelabuhan.
Sebelum Hari Raya Idul Fitri, pergerakan lori-lori box dari gudang tanpa plang nama itu menuju pelabuhan rakyat tanjung gundap Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau.
Setelah habis Hari Raya Idul Fitri, awak media beserta tim kembali menelusuri kegiatan mencurigakan dari gudang tanpa plang nama itu, dengan pola kerja yag sama saat menjelang malam lori-lori box keluar dari gudang menuju pelabuhan yang berbeda dari sebelumnya.
Kali ini, kegiatan penyeludupan dari gudang tanpa plang nama di Pelita itu menuju pelabuhan khusus (pelsus) salah satu galangan kapal di Tanjung Uncang Kecamatan Batuaji Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau.(Senin, 30/03/2026) sekitar pukul 21:34 Wib.
Awak media mencoba menyambangi pos sekurity (Pos Pengangaman) galangan kapal tersebut dan mempertanyakan kegiatan lori-lori box yang keluar masuk ke dalam perusahaan galangan kapal itu setiap malam.
“Lori box-nya sudah dari tadi siang masuk pak, saya masuk malam jadi saya tidak tau, ujarnya Roy yang sedang piket kepada awak media mencoba menutupi kegiatan penyeludupan terebut.
Di hari berikutnya, awak media bersama tim mencoba menyambangi Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea Cukai Batam, untuk menyampaikan hasil investigasi dugaan penyeludupan yang di bungkus rapi dengan ekspedisi dalam memainkan pajak dan cukai lewat jasa pengiriman (jastip) secara ilegal untuk menghindari pajak dan cukai.
Dengan Berbagai alasan dan kesibukan, staf humas KPU Bea Cukai Batam hanya mengarahkan awak media dan tim untuk menyampaikan temuan lewat media sosial (Whatsaap) Humas Center Bea Cukai Batam. Dengan alasan kesibukan Kepala Kantor, Kabid KBLI, Kabid P2, Kabid Intel beserta kasi-kasinya, awak media mencoba mengikuti arahan staf humas itu dengan menyampaikan permintaan lewat whatsaap humas center bea cukai batam.
Selain itu, awak media mencoba meminta waktu Kepala Kantor Bea Cukai Batam Agung Widodo lewat Ajudanya “Fauzan Susanto’red) untuk berdiskusi dengan tim awak media terkait temuan penyeludupan yang kerap terjadi setiap malam di Kota Batam.
“Salam kenal bang, maaf bang dari media mana kalau boleh tau? Dan diskusi terkait temuan temuan dilapangan ini dalam scope apa ya spesifiknya”, pinta sang ajudan.(Selasa/31/03/2026)
Namun sangat disayangkan, setelah mengetahui spesifik diskusi terkait dugaan penyeludupan yang kerap terjadi setiap malam di Kota Batam komunikasipun langsung terputus.
Mengingat janji Kepala Kantor Agung Widodo setelah dilantik beberapa bulan lalu sebagai Kepala Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea Cukai Batam untuk memberantas penyeludupan di Kota Batam, janji itu sangat bertolak belakang dengan kinerja Humas Bea Cukai Batam dan Ajudan Kepala Kantor Bea Cukai Batam yang di duga kurang tanggap terhadap informasi yang sangat merugikan Negara dari sektor Pajak dan Cukai.
Hingga berita ini di upload, awak media masih menelusuri sistem dugaan penggelapan pajak dan cukai yang terbungkus rapi dengan ekspedisi atau jasa pengiriman (Jastip). (*)

Tinggalkan Balasan