BONGKARKASUS.COM, Batam,- Terkuaknya gudang rokok ilegal di Pekanbaru Provinsi Riau dengan skala besar yang merugikan negara hingga mencapai kurang lebih Rp. 300 Milliar membuat Direktorat Jendral Bea dan Cukai “Djaka Budhi Utama memerintahkan jajaranya untuk mengusut tuntas jaringan peredaran rokok ilegal itu hingga menemukan orang yang paling bertanggungjawab atas kerugian negara tersebut.
Dalam penggerebekan gudang besar itu, petugas menemukan berbagai jenis merk rokok tanpa cukai (Ilegal) antara lain LUFFMAN, HMIND, MANCHESTER, VIVO, PSG, UFO, MORENA dan lain sebagainya. Dari beberapa merk itu merupakan produk dalam negeri dan produk luar negeri.

Dalam penelusuran awak media ini, merk rokok ilegal yang di temukan petugas di gudang skala besar tersebut diduga bermuara dari Kota Batam yang di lakukan lewat jalur penyeludupan dari pelabuhan tikus di malam hari hingga dini hari dengan menggunakan kapal cepat untuk menghindari kejaran dari petugas yang berjaga di perairan Kepulauan Riau.
Seperti pepatah mengatakan, “maling lebih pintar dari petugas”, para otak pelaku penyeludupan rokok ilegal itu lebih pintar mencuri waktu kerja untuk mengelabui petugas yang berjaga, disamping itu armada yang di gunakan para mafiapenyeludup itu jauh lebih canggih dari pada armada petugas sehingga membuat petugas penjaga laut dalam hal ini Bea Cukai khususnya mengalami kewalahan dalam menindak.
Seperti telah diberitakan sebelumnya, cuitan beberapa nitizen di media sosial mengungkapkan bahwa jaringan peredaran rokok ilegal ini di Batam berinisial H, di Tembilahan dan Inhil di pegang berinisial HDR, dan berkumpul di Pekanbaru yang dipegang berinisial TS untuk disebarluaskan ke berbagai daerah di indonesia.
Mengingat Kota Batam merupakan kota Kepulauan yang di kelilingi laut membuat peluang bagi para mafia penyeludup untuk melancarkan aksinya, seperti dari pesisir Barelang, pesisir Batuampar (Sengkuang), Pesisir Bengkong, Pesisir Nongsa dan Pesisir Tanjung Uncang.
Selain dari pada itu, sesuai pantauan awak media ini para pelaku jaringan peredaran rokok ilegal itu juga menggunakan jasa ekspedisi lewat jalur roro telaga punggur dengan tujuan Pekanbaru.
Hingga berita ini di upload publik masih menunggu keseriusan dari komitmen direktorat bea dan cukai dalam mengungkap jaringan peredaran rokok ilegal yang sangat merugikan negara tersebut.(*)

Tinggalkan Balasan